KETENTUAN UMUM DISTRIBUSI BARANG

  • 2017-09-16 12:17:13
  • Posted by Admin

Distribusi adalah kegiatan penyaluran barang secara langsung atau tidak langsung kepada konsumen. Barang yang dimaksud dalam kalimat tersebut adalah setiap benda, baik berwujud maupun tidak berwujud, baik bergerak maupun tidak bergerak, baik dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan dan dapat diperdagangkan, dipakai, digunakan atau dimanfaatkan oleh konsumen atau pelaku usaha. Kegiatan distribusi barang dimaksud harus dilakukan oleh Pelaku Usaha Distribusi, yaitu pelaku usaha yang menjalankan kegiatan Distribusi Barang di dalam negeri. Definisi-definisi tersebut adalah sebagian pengaturan yang ada dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22/M-DAG/PER/3/2016 tentang Ketentuan Distribusi Barang.

Salah satu kelompok barang/jasa yang ada dalam PBJ Pemerintah adalah Pengadaan Barang. Definisi Barang dalam PBJ Pemerintah mempunyai makna substantif yang sama dengan defisini Barang dalam ketentuan distribusi barang yang diatur oleh Menteri Perdagangan. Oleh karena itu, untuk akuntabilitas proses PBJ Pemerintah dan mendorong persaingan sehat, ketentuan dalam Menteri Perdagangan Nomor 22/M-DAG/PER/3/2016 tentang Ketentuan Distribusi Barang dengan menempatkan K/L/D/I sebagai konsumen.

Barang dihasilkan oleh Produsen atau diimpor oleh Importir. Jika barang harus diolah lagi, maka barang dapat dikirim ke Produsen lain. Namun apabila Barang akan dikirim untuk konsumen, maka harus dilakukan melalui Pelaku Usaha Distribusi, yaitu Dirtributor atau Agen. Distributor adalah pelaku usaha distribusi yang bertindak atas namanya sendiri dan atas penunjukan dari Produsen atau Supplier atau Importir berdasarkan perjanjian untuk melakukan kegiatan pemasaran Barang. Sedangkan Agen adalah pelaku usaha distribusi yang bertindak untuk dan atas nama pihak yang menunjuknya berdasarkan perjanjian untuk melakukan kegiatan pemasaran Barang.

Distributor dan Agen tidak dapat langsung menyalurkan barang ke Konsumen. Rantai distribusi yang bersifat umum adalah Distributor - Sub Distributor - Perkulakan - Grosir - Pengecer atau Agen - Sub Agen - Perkulakan - Grosir - Pengecer atau Importir (yang tidak menunjuk Distributor) - Perkulakan - Grosir - Pengecer. Pengecer adalah Pelaku Usaha Distribusi yang kegiatan pokoknya memasarkan Barang secara langsung kepada konsumen dalam bentuk toko swalayan (minimarket, supemarket, departement store, hypermarket) atau toko dengan sistem pelayanan konvensional. Grosir adalah Pelaku Usaha Distribusi yang menjual berbagai macam barang dalam partai besar dan tidak menjual secara eceran. Sedangkan Perkulakan adalah Grosir berbentuk toko dengan sistem pelayanan mandiri.

K/L/D/I, sebanyak apapun kuantitas dan/atau nilai pembeliannya, adalah tetap konsumen yang harus mematai rantai distribusi umum sebagaimana diuraikan di atas. Oleh karena itu, pengadan Barang hanya dapat dilaksanakan oleh pelaku usaha dengan status pengecer. Guna menjaminan mutu, waktu dan jumlah pasokan yang sesuai, dalam hal tertentu dimungkinkan persyaratan Surat Dukungan dari Distributor/Agen/Importir dalam proses pemilihan. Persaingan harga, pada dasarnya adalah persaingan efisiensi pada jalur distribusi. Efisiensi pada jalur distribusi dipengaruhi oleh keunggulan masing-masing pengecer di hadapan Distributor/Agen/Importir.